Manfaat Mesoyi Bagi Kesehatan

Di daerah Sunda, tanaman ini disebut mangsoi. Di daerah Jawa, tanaman ini disebut : mesoyi, masogi. Di daerah Madura, tanaman ini disebut masoji.

Tanaman ini berbentuk pohon dengan tinggi mencapai 5-15 m. Batang tegak, buiat, percabangan simpodial, permukaan kasar, berwarna coklat. Berdaun tunggal, tersebar, berbentuk lonjong, bagian tepi rata, ujung dan pangkal runcing, panjang 5-10 cm, lebar 3-6 cm, bertangkai pendek dan berwarna hijau. Bunga majemuk, berbentuk malai, keluar di ketiak daun, kelopak berbentuk cawan, ujung bercangap, kecil, benang sari berjumlah banyak, halus, kepala putik dua sampai tiga, mahkota lepas, ujung melengMesoyi-204x300kung ke dalam, berwanrna putih.

Buah buni dengan bentuk bulat telur, berukuran panjang 5-8 mm, masih muda berwarna hijau setelah tua berwarna ungu. Biji berbentuk bulat telur, keras dan berwarna putih. Akar tunggang, berwarna kuning kotor.

Khasiat dari tanaman ini yaitu bisa mengobati diare, kejang perut, nyeri pada tulang, urus-urus, asma/sesak nafas, batuk, batuk darah, cacing kremi, darah kotor, penurun panas, susah tidur, kecing nanah, kepala pening, sakit kepala, koreng, luka, menghentikan ASI, mulut rahim bengkak, obat kuat bagi wanita, peranakan melorot, perangsang seksual, rajasinga/sifilis, rematik, sakit kelamin, dan tekanan darah tinggi, keputihan dan sebagai jamu pasca persalinan

Digunakan dengan cara merebus 15 g kulit batang mesoyi yang telah dicuci dan dipotong kecil-kecil, dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan diminum.

Kayu dan kulit mesoyi mengeluarkan bau aromatis yang khas. Kulit kayu berwarna kelabu di sebelah luar dan kemerah-merahan di sebelah dalam. Setelah dikeringkan, kulit kayu ini berubah warna menjadi lebih tua dan kusam. Namun, getah kulinya kayunya mengakibatkan gatal-gatal dan pelepuhan di kulit.

Tumbuhan ini banyak ditemukan di daerah Irain dan Maluku, pohon ini banyak tumbuh di daerah hutan tropis yang berada di ketinggian antara 300 – 1000 meter dpa. Secara tradisional kulit kayu mesoyi digunakan untuk menghangatkan perut pada kasus diare/murus, kejang perut, untuk mengobati keputihan, nyeri pada tulang, urus-urus, penurun panas dan sebagai jamu pasca persalinan. Minyak masoyi yang asli terlalu panas, sehingga dalam penggunaannya harus dicampur dengan minyak lain.

Bau aromatis yang dihasilkannya menyebabkan bahan ini sering digunakan untuk bedak bersama-sama dengan cengkeh. Bedak ini digunakan sebagai penghangat kulit di saat hujan atau saat udara dingin. Baunya juga merangsang timbulnya hasrat seksual. Kadang-kadang kulit mesoyi ini dibakar supaya menyebabkan bau harum ke seluruh ruang (seperti layaknya kemenyan). Berdasarkan aktivitas biologi yang telah diteliti, kulit kayu mesoyi bersifat sebagai counter irritant (melembabkan pembuluh darah kapiler) dan aromatikum (bahan pewangi).

Minyak masoyi atau oleum masoyi diperoleh dengan cara menyuling kulit batang tanaman ini. Selain mengandung minyak atsiri, kulit batang masoyi juga mengandung flovanoid dan polifenol. Minyak masoyi sudah banyak digunakan dalam dunia obat-obatan dan banyak diekspor ke Cina dan beberapa negara lain. Minyak masoyi yang asli terlalu panas, sehingga dalam penggunaannya harus dicampur dengan minyak lain. Menurut hasil penelitian Iskandar dan Ismanto (1999), daun masoyi dimanfaatkan untuk memanaskan kepala jika mengadakan perjalanan  di laut.

 

Sumber: manfaattanaman.com